SUBANG – Bau menyengat dugaan korupsi dan kongkalingkong terselubung terendus tajam di lingkungan SDN Sukagalih, Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Proyek rehabilitasi kategori sedang-berat yang digelontorkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai fantastis mencapai Rp 199.835.950,- kini menuai sorotan tajam dan kecaman dari masyarakat. Proyek yang seharusnya dinikmati anak bangsa untuk belajar dengan layak, diduga kuat bertransformasi menjadi ladang bancakan oknum serakah!
Sejak awal bergulir, proyek yang digarap oleh CV Abizar Jaya Mulya ini sudah menabrak aturan secara terang-terangan. Di lokasi sekolah, terpampang papan proyek "misterius" yang secara sengaja menyembunyikan nomor kontrak dan masa pelaksanaan pekerjaan. Tindakan ini jelas-jelas merupakan pelanggaran berat terhadap UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Ada apa dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang? Mengapa informasi krusial sengaja digelapkan dari mata publik?
Borok Pengerjaan Asal-Asalan: Keramik Pecah Dipasang, Kusen Keropos Dibiarkan!
Ironisnya, alih-alih mendapatkan fasilitas gedung yang kokoh, hasil pengerjaan fisik di lapangan justru memperlihatkan pemandangan yang menyayat hati dan
* dikerjakan asal-asalan alias bobrok:
Skandal Lantai Keramik Tambal Sulam: Lantai sekolah kini terlihat amburadul akibat sistem tambal sulam yang dipaksakan. Keramik lama dan baru sama sekali tidak sinkron. Parahnya lagi, keramik yang sudah retak dan pecah tetap dipasang dan hanya ditutupi semen. Kuat dugaan, kontraktor menggunakan material keramik pecah demi meraup keuntungan pribadi!
* Misteri Kusen Jendela dan Pintu yang Lolos Diganti: Dari 4 kusen jendela yang ada, anehnya hanya 3 yang diganti. Satu kusen jendela yang kondisinya sudah lapuk dan keropos dibiarkan begitu saja. Begitu pula dengan kusen pintu yang hanya diganti sebelah kirinya saja. Padahal, anggaran hampir Rp 200 juta tersebut dinilai sangat lebih dari cukup untuk mengganti seluruh kusen dan pintu baru secara total.
" Manipulasi Dinding dan Dugaan Fiktif
Plesteran: Dinding bangunan terlihat bergelombang dan kasar. Ketika diketuk, dinding tersebut mengeluarkan suara kopong yang mengindikasikan bahwa plesteran dan cat lama tidak dikupas terlebih dahulu. Cat baru langsung dihantamkan di atas kerusakannya, sebuah trik klasik untuk menyembunyikan kebobrokan mutu fisik bangunan.
Ada Apa dengan Kepala Sekolah SDN Sukagalih?
Hal yang paling menyulut amarah publik adalah sikap diam dan pembiaran yang dipertontonkan oleh Kepala Sekolah SDN Sukagalih. Sebagai pimpinan lembaga pendidikan yang sehari-hari berada di lokasi, sang Kepala Sekolah seolah menutup mata dan telinga atas kehancuran fisik bangunan di sekolahnya sendiri. Sikap apatis ini memicu dugaan liar di tengah masyarakat: Apakah ada aliran dana haram yang masuk ke kantong oknum sekolah? Mengapa ada pembiaran massal atas dugaan Mark-up Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dilakukan secara berjamaah ini?
Tindakan ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Subang, Dinas Pendidikan, hingga aparat penegak hukum (Kejaksaan Negeri dan Polres Subang) didesak untuk segera turun ke lapangan. Lakukan audit investigatif, bongkar paksa fisik bangunan yang dimanipulasi, dan seret oknum kontraktor serta oknum pejabat/sekolah yang terlibat dalam pusaran korupsi berjamaah ini ke meja hijau! Uang rakyat bukan untuk memperkaya pencuri berkedok pembangunan!
Reporter. : Ujang Suryana
0 Komentar