KARAWANG – Pemerintah Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, menggelar kegiatan Pengajian Rutin di Desa pinayungan di gor serbaguna pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta tersebut berlangsung sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan unsur kelembagaan desa.
Kegiatan pengajian ini dihadiri oleh Kepala Desa Pinayungan, Kepala Dusun (Kadus) 04, Bu Desri, Bu Dini, perwakilan RT 004, RT 014, RT 012, serta RW 005. Turut hadir unsur kelembagaan desa, di antaranya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang diwakili oleh Ibu Hj. Eneng Rina dan Rea Arisendi, PKK, kader, serta Puskesmas.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Hj. Ustadzah Teulis, S.Ag., menyampaikan ceramah keagamaan mengenai “Empat Syarat Orang Masuk Surga”. Materi tersebut menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dalam interaksi sosial di tengah masyarakat.
Adapun empat amalan yang disampaikan dalam ceramah tersebut meliputi:
1. Menebarkan Salam (Afsyus-Salam)
Menebarkan salam bukan sekadar ucapan ketika bertemu, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan kedamaian dan rasa aman di tengah masyarakat. Seorang Muslim hendaknya senantiasa menjaga lisan dan perilakunya agar tidak menyakiti orang lain. Dengan membiasakan salam, hubungan antarsesama diharapkan semakin harmonis, rasa saling percaya tumbuh, dan persaudaraan semakin kuat.
2. Gemar Memberi Makan (I'thamut-Tha'am)
Kepedulian sosial menjadi salah satu nilai penting dalam ajaran Islam. Kebiasaan berbagi makanan kepada sesama, khususnya anak yatim, fakir miskin, dan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, merupakan bentuk nyata kasih sayang dan kepedulian. Amalan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa kemanusiaan dan memperkuat solidaritas sosial.
3. Menyambung Silaturahmi (Shilatul-Arham)
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat. Di tengah kesibukan sehari-hari, silaturahmi perlu terus dipelihara agar hubungan persaudaraan tidak renggang. Melalui komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan, berbagai kesalahpahaman dapat diselesaikan sehingga tercipta lingkungan yang rukun dan harmonis.
4. Melaksanakan Salat Malam Saat Orang Lain Terlelap (Shalatul-Lail)
Salat malam atau salat tahajud menjadi salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan ketulusan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini mengajarkan keikhlasan, kesabaran, serta keteguhan iman. Di tengah suasana malam yang tenang, seorang Muslim dapat memperbanyak doa dan memohon petunjuk serta ampunan kepada Sang Pencipta.
Melalui penyampaian empat amalan tersebut, para peserta diajak untuk tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga ucapan, membantu sesama, mempererat persaudaraan, hingga meningkatkan kualitas ibadah.
Pengajian rutin ini diharapkan menjadi sarana pembinaan rohani masyarakat Desa Pinayungan sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah desa, lembaga desa, dan warga. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan dapat terus tumbuh dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, peduli, dan harmonis.
Kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama sebagai bagian dari catatan pelaksanaan pengajian rutin Desa Pinayungan.
Melalui pengajian rutin, Desa Pinayungan diharapkan semakin memperkuat kehidupan religius, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan silaturahmi di tengah masyarakat.
(Penulis, Karnata)
0 Komentar